1. PENGERTIAN BK KARIR

Menurut American Institude for Research dalam bukunya  Career Educational,(1973)
Pendidikan karir merupakan perkembangan dari kecakapan dan pengetahuan yang secara langsung menembus individu siswa agar dapat memenuhi sendiri kebutuhannya yang unik dengan memperhatikan beberapa aspek ,diantaranya terhadap pilihan pekerjaan , tanggung jawab social, kegiatan penggunaan waktu luan dan perkembangan Pribadinya.
Menurut Loi-ellen Datta dan Corinne H. Rieder, dalam bukunya Career Educatioanal in the National institude of Educational. A status Report (1973).
Pendidikan dapat diartikan sebagai suatu perkembangan dari pengetahuan, kemampuan umum dan kemampuan Khusus guna membantu individu-individu dan kelompok –kelompokuntuk memperole pegangan dan mencapai kemajuan dalam pekerjaan, serta dalam merencanakan suatu karir.

Pedndidikan karir adalah proses yang bersifat seumur hidup  dan pendidikan karir merupakan penunjang utama perkembangan karir.

2. TUJUAN BK KARIR

Secara umum tujuan diselenggarakannya Bimbingan Karier di sekolah ialah membantu siswa dalam pemahaman dirinya dan lingkungannya, dalam pengambilan keputusan, perencanaan,dan pengarahan kegiatan-kegiatan yang menuju kepada karier dan cara hidup yang akan memberikan rasa kepuasan karena sesuai, serasi, dan seimbang dengan dirinya dan lingkungannya.
Sedangkan, tujuan khusus dari diselenggarakannya bimbingan karier adalah sebagai berikut:
  1. Meningkatkan pemahaman diri siswa.
  2. Meningkatkan pengetahuan siswa tentang dunia kerja.
  3. Membina sikap yang serasi terhadap partisipasi dalam dunia kerja dan terhadap usaha dalam mempersiapkan diri dari suatu jabatan.
  4. Meningkatkan kemahiran berpikir agar mampu mengambil keputusan tentang jabatan dan melaksanakan keputusan itu.

Mengembangkan nilai-nilai sehubungan dengan gaya hidup yang dicita-citakan, termasuk jabatan. Menopang kemampuan berkomusikasi dan bekerja sama

3.MANFAAT BIMBINGAN KARIR
Bimbingan karir ini perlu dan penting untuk diberikan kepada para siswa, baik SMP maupun SMA dan juga SMK dengan alasan sebagai berikut (Walgito, 2010):
  1. Para siswa di tingkat SMK Dan SMA pada akhir semester 2 perlu menjalani pemilihan program studi atau penjurusan. Walaupun ada kata “memilih”, namun sebenarnya telah adanya batas tertentu dalam pengambilan program karena adanya persyaratan yang terkait dengan prestasi akademik dari siswa yang bersangkutan. Dalam pemilihan ini, diperlukan adanya kecermatan, serta perhitungan yang mantap dan tepat. Oleh karena itu, siswa memerlukan adanya bimbingan.
  2. Kenyataan menunjukkan bahwa tidak semua siswa yang tamat dari SMA Dan SMK akan melanjutkan ke jenjang pendidikan yang lebih tinggi. Siswa yang akan langsung terjun ke dunia kerja tentu memerlukan bimbingan karir ini agar siswa dapat bekerja dengan senang dan baik.
  3. Siswa SMA dan SMK merupakan angkatan kerja yang potensial. Oleh karena itu, diperlukan persiapan yang sebaik-baiknya untuk menghadapi masa depan, serta menyiapkan dengan baik pekerjaan-pekerjaan atau jabatan-jabatan yang sesuai dengan potensi yang ada pada diri mereka. Untuk mempersiapkan hal tersebut, diperlukan adanya bimbingan karir.
  4. Pada kenyataannya, para siswa SMA dan SMK sedang berada dalam masa remaja yang merupakan masa peralihan dari masa anak ke masa dewasa. Sehubungan dengan itu, mereka memerlukan bimbingan termasuk bimbingan karir untuk menyiapkan kemandirian dalam hal pekerjaan.

Siswa SMP juga membutuhkan bimbingan tersebut, baik untuk melanjutkan pendidikan yang lebih tinggi maupun untuk mencari pekerjaan.

4. FUNGSI BIMBINGAN KARIR
Bimbingan karier di sekolah membantu siswa dalam mengenal dan mengembangkan potensi karier yang dimilikinya. Selain itu bimbingan karier sebagai satu kesatuan proses bimbingan memiliki manfaat yang dinikmati oleh kliennya dalam mengarahkan diri dan menciptakan kemandirian dalam memilih karier yang sesuai dengan kemampuannya. Fungsi bimbingan karier di sekolah adalah sebagai berikut:
  1. Memberikan kemantapan pilihan jurusan kepada siswa, karena penjurusan akan mempersiapkan siswa dalam bidang pekerjaan yang kelak diinginkan.
  2. Memberikan bekal pada siswa yang tidak melanjutkan sekolah untuk dapat siap kerja sesuai dengan keinginannya.
  3. Membantu kemandirian bagi siswa yang ingin ataupun harus belajar sambil bekerja.

5. JENIS PERMASALAHAN YANG ADA DI SEKOLAH

Permasalahan yang saya ambil di sini yaitu masalah di Sekolah Menengah Kejuruan sesuai dengan penelitian dan survey saya di salah satu sekolah di kota Ambon. Banyak anak-anak yang masuk di SMK tidak sesuai dengan keinginan mereka, hanya sekedar ikut teman dan coba-coba masuk di SMK. Akibatnya banyak anak-anak yang tidak sukses setelah keluar dari sekolah mereka ingin bekerja di tempat lain sedangkan sekolah menuntut mereka untuk menguasai kompetensi keahlian yang dipelajari di sekolah. 

Dalam hal ini bimbingan karir di SMK sangat di perlukan karena dapat menunjang karir peserta didik kedepannya. Mereka juga akan tahu  tentang pemilihan jurusan yang benar saat mereka masuk di sekolah tersebut. Justru itu harus adanya orientasi dari pihak sekolah untuk memberikan pemahaman yang lebih kepada peserta didik pada saat mulai masuk sekolah, dengan begitu peserta didik akan tahu jurusan-jurusan mana yang harus di pilih untuk bisa dapat bekerja sesuai dengan jurusan tersebut. Hal pertama yang dapat di buat adalah membuat asessmen awal untuk mengidentifikasi keperluan yang dibutuhkan oleh peserta didik kemudian diberitahukan kepada peserta didik. Bimbingan karir juga harus di dukung oleh fasilitas dan sarana yang mendukung contohnya dengan didukung media-media BK peserta didik dapat tertarik untuk hal belajar dan pemilihan jurusan.

sekian dan terima kasih 😊






Comments